Total Tayangan Halaman

Senin, 29 Desember 2014

"Jadilah Pemburu Berita bukan Penadah Berita"

"Jadilah Pemburu Berita bukan Penadah Berita"

Sri Wulan, S.Ikom.
Pusat Penelitian Biologi-LIPI


Manusia sebagai makhluk sosial memiliki dua sifat dasar, yakni pertama, selalu ingin tahu keadaan alam sekitarnya, kedua selalu ingin memberitahukan keadaan dirinya, terutama pengalamannya yang baru dan sangat berkesan. Mungkin itulah yang mendasari keinginan manusia untuk menyatu dengan manusia lain yang berada di sekelilingnya, serta untuk menjadi satu dengan suasana alam sekelilingnya. Saling menyampaikan informasi baru merupakan salah satu upaya yang dilakukan manusia untuk berinteraksi dengan sesamanya.
Penyampaian kabar atau berita tersebut dapat dilakukan secara lisan atau tertulis. Untuk memudahkan penyampaian berita atau informasi secara luas, manusia kemudian menciptakan media massa cetak dan elektronik. Media cetak antara lain koran, tabloid, majalah, dan bulletin, sedangkan media elektronik antara lain radio, televisi, dan internet atau media daring yang dapat diakses kapan saja dan dimana saja.
Pusat Penelitian Biologi-LIPI memiliki media cetak atau majalah internal instansi dengan nama “Warta Kita” serta “TV Berita”. Kedua media tersebut menyajikan semua informasi kegiatan yang terjadi di lingkungan lembaga diantaranya kegiatan survey hasil penelitian serta kegiatan internal dan eksternal lembaga. Penyajian berita yang disampaikan tidak hanya aktual dan akurat, tetapi juga harus cepat, eksklusif, dan semenarik mungkin untuk dapat menyita perhatian sivitas lembaga.
Untuk itu diperlukan suatu keterampilan dan keahlian sebagai “pemburu berita” dalam mengumpulkan data valid dan menyusunnya menjadi sebuah informasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Cara penyampaian berita atau informasi melalui media massa itulah yang disebut jurnalistik. Jurnalistik adalah seni dan keterampilan mencari, mengumpulkan, mengolah, menyusun, dan menyajikan berita tentang peristiwa yang terjadi sehari-hari secara indah.


Pelajaran yang bisa diambil untuk redaksi "Warta Kita" dan "TV Berita" adalah jadilah pemburu berita “skeptis” artinya memiliki sifat meragukan sesuatu. Tidak mau menerima dengan mudah apa adanya. Selalu meragukan sesuatu jika belum ada bukti yang benar-benar jelas. Jika ada cerita maka tidak langsung mempercayainya, Itulah sifat seorang “pemburu berita”, bukan sebagai “penadah”. Kecenderungan kita sekarang adalah “penadah berita”. Karena umumnya hanya menerima berita tanpa ingin mengetahui apa yang terjadi dengan pemberitaan. Entahlah, apa karena malas atau memang dikondisikan seperti itu oleh lembaga.

Harapan di tahun 2015 masih ada dan harus dijadikan patokan bagi perbaikan kinerja pendiseminasian hasil-hasil penelitian ke arah yang lebih baik...Semoga.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar